Langsung ke konten utama

Unggulan

Penyaluran energi murni

 Didalam diri kita begitu banyak energi tersimpan dalam berbagai bentuk dan masa. Energi atau daya baik berupa bentuk gerak . energi panas, energi dingin, energi gelombang dll  Energi ini yang diolah oleh beberapa faktor yaitu dari energi kekuatan pikir, energi kekuatan batin dan energi kekuatan fisik. Energi ini akan dihasilkan bermacam pula hasil dan penggunaan. Dalam sesi ini penulis lebih mengarah ke kuatan tiga unsur secara umum 

Mekanisme pernapasan

 PERNAPASAN 


Pernapasan manusia pada dasarnya adalah, memasukan udara kedalam tubuh dan mengeluarkan udara berupa karbon dioksida (Co2) sisa pembakaran udara dalam tubuh. Pada saat seseorang melakukan pernapasan, jarang sekali orang tersebut untuk berpikir, bagaimana cara kita bernapas (selain kita bernapas seperti biasa / sehari – hari). Agar bisa mendapatkan manfaat yang lebih baik, baik dalam arti lebih sehat, dan lebih bermanfaat sesuai dengan apa yang kita inginkan (tentu apabila kita menggunakan pernapasan tersebut dengan sistim dan cara yang baik). 


Pada saat kita menarik napas, banyak terjadi aktivitas yang melibatkan organ – organ tubuh untuk melakukan interaksi atau aksi, sebagai rangkaian kinerja suatu proses dalam pernapasan. Pada awal kita menghirup udara hingga udara masuk melalui hidung, akan mengalami penyaringan oleh daya imun tubuh manusia yang disebut membrane mucus. Cairan mucus yang dihasilkan tersebut akan melindungi kita dari bakteri dan kuman serta debu. Udara kemudian masuk kedalam paru, didalam paru tersebut udara mengalami proses ambilan oksigen (O2), dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Selama pertukaran gas didalam paru, terjadilah pernapasan otot yang meningkatkan dan menurunkan ukuran rongga dada (pompa ventilasi paru).


Perlu diketahui pusat pernapasan pada otak merupakan pengendali otot pernapasan, serta saraf – saraf yang menghubungkan pusat pernapasan dengan otot pernapasan. Setelah melalui proses pompa ventilasi paru, udara ini akan bercampur dengan gas yang terdapat dalam ALVEOLI (bagian organ dalam paru) dan selanjutnya oksigen (O2), masuk kedalam darah di kapiler paru, sedangkan karbon dioksida (CO2), masuk kedalam alveoli melalui proses difusi (pencamouran) secara sederhana. Dengan cara ini, 250 ml oksigen permenit masuk kedalam tubuh dan 200 ml karbon dioksida akan dikeluarkan. (fisiologi kedokteran. GANONG)




MENAHAN NAPAS


Menahan napas dalam senam pernapasan cama bayu yang dimaksud, adalah suatu aturan didalam pernapasan oleh praktisi, sebagai aktivitas melakukan penahanan napas, untuk beberapa saat setelah melakukan ambilan napas.


Pada saat melakukan penahanan napas, terjadilah suatu proses percampuran gas dengan zat cair (darah), yang akan mencapai suatu keseimbanganan. Masing – masing gas dalam campuran akan larut kedalam darah pada suatu tingkat yang ditentukan oleh tekanan persial (tekanan yang terdapat pada fase gas dalam keseimbangan dengan zat cair) dan daya larutnya dalam darah. Maka walaupun demekian apabila praktisi sedang melakukan penahanan napas tersebut, harus tetap dilakukan secara bertahap dalam arti disesuaikan dengan keadaan praktisi.


Pernapasan dengan secara sengaja dihambat untuk beberapa saat, ini bisa dilakukan oleh semua orang, tetapi pada saat seseorang melakukan penahanan napas, akan secara otomatis reaksi tubuh dalam pernapasan ada kendali untuk kembali bernapas seperti semula, atau disebut dengan batas akhir penahanan napas. Batas penahanan napas seseorang pada kendali volunteer akan dikalahkan pada saat pernapsan tidak dapat dihambat lagi secara volunteer disebut titik lepas (breaking point). Lepasnya kendali ini disebabkan oleh meningkatnya karbon dioksida (CO2), dan menurunnya oksigen (O2), dalam darah arteri.


Kemampuan menahan napas seseorang akan diperpanjang dengan ambilan oksigen 100% sehingga sebelum menhan napas akan menaikan PO2 alveol awal, sehingga titik lepas dapat ditunda. Hal serupa timbul bila melakukan PCO2 darah arteri pada awalnya akan diturunkan. Semakin banyak oksigen yang masuk kedalam darah akan semakin lama pula dalam penahanan napas.


Faktor emosi, rangsang nyeri dan psikologis juga memegang peranan untuk seseorang dapat menahan napasnya lebih lama, didalam saat melakukan penahanan napas dengan frekwensi berbeda bisa dikatakan, usahanya sangat baik.


Dewasa ini pada percobaan yang dipantau dengan cermat menunjukan bahwa gerakan sendi baik aktif maupun pasif akan merangsang pernapasan, diduga karena impuls pada jaras AFEREN dari PROPIOSEPTOR diotot tendon dan sendi akan merangsang neuron inspirasi, pengaruh ini mungkin akan membantu meningkatkan pernapasan saat latihan fi

sik. (peregangan…….)


Komentar

Postingan Populer