Cari Blog Ini
Senam cama bayu merupakan suatu bentuk olahraga yang disertai dengan olahnafas sehingga menghasilkan berbagai manfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani serta pola pikir yang sehat pula
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rangkaian gerakan senam pernafasan cama bayu awal
Rangkaian gerakan senam pernapasan cama bayu
Fase awal
Gerakan pertama / gerakan BAYU RASA
GAMBAR .1.BAYU RASA
Posisi sempurna yaitu, berdiri tegak lurus santai. Kita awali dengan doa. Disaat berdoa didalamnya ada unsure kepasrahan hati kepada Allah Yang Maha Esa, (yang dilakukan terus menerus) setelah melakukan doa (manteng). Bersamaan pada saat kepasrahan tersebut, disitulah kita mulai mengontrol pikiran dan diri. Yaitu dengan mengolah rasa / merasakan dari ujung rambut sampai ujung kaki secara perlahan, apakah terhadap fisik kita sudah terasa kendor / tidak tegang (rileks), apa belum? (lihat gambar I)
Setelah kita sudah merasakan tenang pikiran dan fisik barulah kita melangkah pada gerakan kedua, Gerakan pertama ini adalah kunci awal untuk melakukan senam dan sebagai penentu kadar konsentrasi atau kesungguhan praktisi didalam melakukan senam pernapasan.
BAYU RASA. Merupakan olah rasa yang kita ambil dari rasa angin, bahwa angin tersebut merupakan bagian dari alam yang telah diciptakan Tuhan. Begitu juga manusia apabila kita telaah lebih jauh, bahwa angin berada dialam bumi ini sebelum kita ada. Kita sebagai manusia harus selalu menyadari untuk jangan sampai lupa bahwa kita juga merupakan satu dari bagian alam, dan juga sebagai makhluk yang harus bias menyelaraskan bentuk kehidupan.
Marilah kita melihat pada kehidupan binatang, kita tahu dengan siklus kehidupan dimana yang lemah dijadikan tumpuan untuk mempertahankan hidupnya menjadi rantai makanan. Pada kehidupan tumbuhan lebih – lebih tidak mengetahui atau berpikir seperti binatang, tumbuhan dalam mempertahankan kehidupannya tidak perduli dimana dan siapa yang ada didepan,(lihat pada akar pohon). Pada dasarnya kehidupan binatang dan tumbuhan tidaklah sama dengan manusia.
Gerakan kedua / BAYU DAYA
Gambar.2
Gerakan BAYU DAYA ini dilakukan dengan Penarikan napas secara sederhana (perlahan). bersamaan dengan mengangkat telapak tangan (menghadap keatas) setinggi uluhati(lihat gambar.2). Lalu kembali keposisi awal (tangan berada disamping lurus dengan badan (lihat gambar.1) bersamaan dengan hembusan napas secara perlahan. Pada hembusan paling akhir, ditambahkan hembusan buang dengan dibantu dorong napas dilakukan secara sederhana pula.(mengeluarkan Volume). Ditandai dengan lambaian telapak tangan, atau dengan mengeluarkan bunyi hmmm (begitu juga untuk gerakan selanjutnya). Tujuan gerakan fisik ini merupakan control napas yang disesuaikan dengan ukuran bentuk tubuh setiap praktisi dan tetap sebagai control fisik baik pernapasannya atau sebagai bentuk aktualisasi dari rasa dan pikiran kita.
Bayu Da Ya, merupakan suatu bentuk usaha dari dasar keniatan yang dibuktikan dengan tindakan dan pelaksanaan secara maksimal. Kekuatan bayu daya ini terletak pada angin disaat dalam perut kandungan ibu, dimana angin yang dihirup seorang ibu dan diolah menjadi O2 murni dalam darah, ini merupakan suatu kekuatan untuk kelangsungan hidup janin yang dikandungnya. Kita ambil contoh juga kekuatan dari udara yang berada didalam telur, untuk mempertahankan kehidupan didalamnya. Ilmu pengetahuan membuktikan bahwa udara dalam telur merupakan suatu pertahanan ruang hampa dalam udara, menjadikan tidak pecah. Allah Maha Mengetahui.
Gerakan ketiga / BAYU DANA
Gambar.3
Gerakan ini merupakan rangkaian dari gerakan kedua tetapi penarikan napas dilakukan lebih panjang yaitu sebatas bahu dan turun kembali seperti gerakan kedua, pada hembusan terakhir ditambah dengan dorongan napas ditandai juga dengan lambaian telapak tangan. Tujuan gerakan fisik ini sama pada keterangan gerakan kedua, juga mempermudah ruang gerak dada menjadi lebih lebar pada saat inspirasi.
Bayu Dana, merupakan kelengkapan dari suatu sikap yaitu berupa sarana dan prasarana. Pada gerakan ini keutamaan angin kita peroleh setelah kita terlahir kedunia, yang dibantu dengan pernapasan paru dan organ – organnya. Kekuatan bayu dana ini yaitu kekuatan angin setelah kita terlahir kedunia untuk bernapas dan menggunakan organ tubuh.
Gerakan keempat
BAYU HUPAYA gambar.4.
Gerakan ini diawali pada posisi gerakan ketiga, yaitu pada menarik napas dari posisi awal sampai sejajar bahu(lihat gambar.3), kemudian pada saat melepas napas kedua telapak tangan kita dorong kedepan (lihat gambar.4), akhir pernapasan tersebut juga ditambah dengan dorongan napas yang ditandai dengan lambaian telapak tangan. Untuk gerakan tangan dan ambilan napas berikutnya kedua tangan cukup kedepan dan ditarik pada saat ambil napas, kedua tangan tersebut tidak perlu turun kebawah.(lihat gambar.3). Tujuan gerakan fisik ini membantu peregangan dada pada saat inspirasi dan penekanan lembut pada bagian dada sebelah kiri dan kanan saat kita inspirasi.
Kekuatan Bayu Hupaya ini, terletak pada bagaimana kita berusaha mengupayakan untuk bisa bernapas dengan baik dan sehat. Didalam persoalan hidup kita juga harus berupaya/berusaha.
Gerakan kelima / BAYU BUNGA MAYA
Gambar.5 Gambar.6
Gambar.7 Gambar.8
Pada gerakan BAYU BUNGA MAYA ini diawali ke posisi awal seperti gerakan pertama, pernapasan dlakukan dengan mengangkat tangan lurus kedepan sampai keatas kepala, kemudian tahan napas sambil tangan diturunkan lurus kesamping sejajar dengan bahu (lihat gambar.8), baru kemudian napas mulai dihembuskan sambil menurunkan tangan kesamping bawah (posisi kembali awal lihat gambar.5).
Tujuan fisik pada gerakan ini membantu peregangan pada saat inspirasi dari dada atas sampai keperut, sehingga perut melakukan pijatan lembut terhadap organ perut bagian depan. Pada lengan dan bahu melakukan gerakan perputaran untuk menggerakan otot sendi bagian tersebut.
Makna yang terkandung didalam Bayu Bunga Maya ini adalah, suatu keilmuan atau keindahan dan kekuatan angin dari yang gaib (datangnya dari Allah SWT)
Gerakan keenam / Bayu Rama Nyatha
Gambar.9 gambar.10 gambar 11
Gerakan ini merupakan penetralan kembali kepada posisi awal gerakan pertama yaitu dengan melakukan tarikan napas ringan yang disertai lambaian tangan dari posisi didepan jantung telapak tangan menghadap keatas secara bertumpuk (lihat gambar.9). Kemudian diturunkan sampai naik sejajar dengan jantung (lihat gambar. 10-11). Pada saat melepas napas, tangan diturunkan disamping badan, tanpa hembusan tambahan. Untuk memulai tarikan napas berikutnya tangan kita awali kembali dari depan jantung seperti gerakan awal. Tujuan gerakan fisik ini sama pada gerakan kedua juga, sebagai relaksasi setelah melakukan rangkaian gerakan fase pertama.
Makna Bayu rama nyatha, kita dalam menitih hidup janganlah kita menjadi sombong, tidak pernah membaca kehidupan, merasa benar sendiri, angkuh, tamak, atau hal – hal yang menjadikan kita lupa diri. Pada gerakan ini, kita akan selalu diingatkan untuk selalu rendah hati, sepandai – pandainya kita, tidak akan lepas dari adanya guru. Guru Sejati, Guru orang tua, guru alam, guru terhadap murid dan sebagainya, juga harus selalu kembali awal dasar kita sebagai manusia yang tanpa ada upaya tanpa kekuatan ALLOH SWT.
Gerakan ketujuh / BAYU MEGA HUPAYA
Gambar.12 Gambar.13 Gambar.14
Gambar.15 Gambar.16
Pada gerakan BAYU MEGA HUPAYA ini kita lakukan dengan membuka posisi kaki lebih renggang kesamping, sehingga tampak sedikit kuda – kuda . Posisi tangan berada diatas kaki atau disamping pinggang, telapak tangan menghadap keatas. ( LIHAT GAMBAR 12-13)
Pada saat menarik napas pertama, telapak tangan ditarik keatas sampai sejajar bahu (GAMBAR 14), dan saat melepas napas gerakan tangan cukup sebelah kanan saja diarahkan kedepan (telapak tangan menghadap kedepan, lihat gambar) penarikan napas selanjutnya diikuti gerakan tangan kanan ditarik kebahu (samping dada atas telapak menghadap keatas, lihat gambar), disaat melepas napas berikutnya diikuti gerakan tangan kiri diarahkan kedepan seperti pada saat lepas napas pertama (pada gerakan ketujuh ini). Pada saat tarik napas berikutnya diikuti tangan kiri, setelah buangan napas yang tadi. Dan gerakan berikutnya mengikuti alun hitungan jangan lupa tambahan buangan akhir napas yang ditandai lambaian tangan. Gerakan fisik disini, merupakan gerakan bergantian untuk menekan dan mengembangkan dada secara bergantian dan terjadi penekanan terhadap bagian kaki, terutama bagian paha dan betis persendian kaki dan lengan.
BAYU MEGA HUPAYA, merupakan nasehat didalam kehidupan “ jadilah dirimu didalam upaya kehidupan seperti layaknya angin dan mega, yaitu seseorang yang bias menjalani hidup sesuai kodrat dan mempunyai tugas dan manfaat terhadap alam (sesame makhluk).
Mega mengikuti perputaran bumi dan hembusan angin, mega memberikan perlindungan dari panas matahari, mega memberikan hujan pada bumi, dan bahkan memberikan keindahan langit yang begitu menakjubkan.
Gerakan kedelapan / BAYU GADHA THOYA
Gambar.17ab
Gerakan kedelapan BAYU GADHA THOYA ini merupakan rangkaian dari grakan ketujuh, tetapi pada awal gerakan pembuangan napas dilakukan kesamping dengan sedikit memutar badan sehingga mata memandang kearah samping searah tangan (lihat gambar.17ab). Untuk posisi kaki sedikit diputar kearah samping searah dengan tangan (lihat gambar.17ab). Untuk tarikan dan hembusan napas berikutnya mengikuti olahan gerak berirama yaitu tarik napas dari samping dan buang napas kesamping juga secara berlawanan dan jangan lupa gerakan pada akhir hembusan tetap ada dorongan napas bantuan yang ditandai dengan lambaian telapak tangan. Gerakan fisik disini, merupakan rangkaian dari gerakan tujuh dengan penambahan gerak pada pemijatan bagian perut samping kiri dan kanan.
Bayu gadha thoya merupakan kekuatan angin sama halnya seperti kekuatan air.
Gerakan kesembilan / BAYU Tapa Kaya
Gambar.18 Gambar.19 Gambar.20
Gerakan kesembilan BAYU TAPA KAYA ini juga masih rangkaian dari gerakan kedelapan dan gerakan tersebut hamper sama, tetapi pada saat setelah menarik napas ada tambahan untuk menahan napas, yaitu pada saat tangan berada disamping pinggang (lihat gambar.19), telapak tangan menghadap keatas. Penahan napas ini ditandai atau dilakukan dengan pengangkatan kaki kiri, apabila kita akan melepas napas gerakan tangan yang akan kita buang kearah kiri dan kaki kita turunkan kembali pada saat penghembusan napas tersebut (lihat gambar.20). Gerakan fisik pada gerakan ini sama halnya dengan gerakan delapan dan Sembilan, tetapi disini ada tambahan pada penekanan bagian perut bawah dan otot bagian tumpuan pada kaki. Jaga keseimbangan.
BAYU TAPA KAYA, Pada gerakan ini seperti kita melakukan tapa atau banyak berusaha dengan susah payah, untuk mendapatkan hasil / suatu tujuan. Didalam kehidupan jadilah kita seperti pertapa. Tidak tergoda dengan harta benda, tidak banyak menuruti kebutuhan perut, tidak menuruti hawa nafsu (jiwa / raga)
Gerakan kesepuluh / BAYU CARA SAWA
Gambar.21 Gambar.22 Gambar.23
Sebelum melakukan gerakan sepuluh BAYU CARA SAWA kita kembalikan dulu keadaan setenang mungkin, kemudian baru melakukan gerakan ini. Yaitu kaki renggang tangan berada dipinggang dengan telapak tangan menghadap keatas sehingga siku tangan menyudut kebelakang (lihat gambar.21). Pada saat penarikan napas gerakan tangan mengikuti seirama napas, dengan tangan masih dalam posisi tetap yang kemudian telapak tangan kita arahkan kesamping leher, dan kita tekankan pada penekanan ruas tulang punggung sampai maksimal (lihat gambar.22-23), baru kemudian melepas napas dengan gerakan tangan kembali seperti semula (lihat gambar.21). Gerakan fisik pada gerakan ini, menekan pada ruas – ruas punggung guna merefleksi organ tubuh pada saraf motorik ditulang belakang, juga merupakan pengembangan rongga paru secara maksimal, dan menarik perut untuk melakukan pemijatan pada bagian perut.
Bayu Cara Sawa ini merupakan cara membentuk prilaku kehidupan, ibarat seperti tata cara kita mengelola sawah (lading) yaitu bagaimana kita mengelola pribadi untuk bias menghasilkan / berguna untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar. Sawah perlu kita cangkul untuk membalik tanah ibarat kita pribadi perlu untuk menimbang sesuatu yang buruk dan yang baik kita lebur untuk menjadi yang lebih baik, misalkan apabila kita mempunyai kesalahan atau dosa segera kita bertaubat dan menggantikan dengan perbuatan – perbuatan yang baik, yang lambat laun semoga dosa atau kesalahan kita akan tertutupi dengan kebaikan tersebut. Sawah perlu pupuk dan pengairan, ibarat pribadi perlu siraman rohani atau pendalaman suatu ilmu kebaikan.
Konsekkuensasinya apabila diri pribadi kita, sudah melakukan seperti cara sawah, secara otomatis diri kita akan siap untuk menerima dan memberikan sesuatu yang bermanfaat.
Gerakan kesebelas / BAYU KANTHONG
Gambar.24 Gambar.25 Gambar.26
Posisi gerakan BAYU KANTHONG ini masih pada posisi awal gerakan kesepuluh, tetapi pada saat penarikan napas gerakan ini dilakukan dengan membungkukkan badan dengan posisi kaki lurus renggang (lihat gambar.24). Pada sata tarik napas perut ditekan dengan lebih membungkuk (lihat gambar.26), dan pada saat melepas napas kita melaukan gerakan cukup dengan merenggangkan tekanan pada perut (lihat gambar.25). Gerakan fisik pada gerakan ini, merupakan pemijatan perut pada pengaturan posisi dengan arahan menuju kebagian atas untuk menuju posisi sempurna. Pada saat posisi merunduk merupakan bantuan untuk sirkulasi darah sampai pada otak dengan memanfaatkan gaya grafitasi bumi.
Bayu Kanthong. Kantong merupakan wadah, ini merupakan simbul bahwa manusia harus mempersiapkan wadah / tempat, terutama untuk ilmu dan kemudian yang lain (kemampuan fisik). Wadah disini sebagai ukuran kita, seberapa besar kita mempunyai sifat untuk menerima ilmu yang datang dari dalam diri atau yang datang dari luar diri. Semakin besar kantong yang kita punya, semakin besar pula ilmu yang kita dapat.
Gerakan kedua belas / BAYU JAGA KARASA
Gambar.27 Gambar.28
Pada gerakan BAYU JAGA KARASA ini, posisi kembali seperti pada gerakan kedelapan (gambar.27). Penarikan napas pada rangkaian gerakan ini, yaitu dengan memutar badan kekanan dan kekiri sampai pandangan lurus kesamping. Posisi tangan menyiku kebelakang, telapak tangan tepat dipinggang menghadap keatas. Pada saat melepas napas, dari posisi setelah tarik napas menghadap (kesamping), yaitu bersamaan pada saat kembali pada posisi awal. Untuk posisi kaki pada saat memutar kaki kiri atau kanan mengikuti perputaran badan dengan cara menggeser secara perlahan telapak kaki kita (lihat gambar). Pada saat badan berputar kesamping, kaki bagian belakang sedikit lebih rendah, lutut diusahakan mendekati tanah (lihat gambar). Pada gerakan disini, merupakan refleksi pada bagian perut dan penarikan otot pada tumpuan kaki termasuk bagian betis, paha.
BAYU JAGA KARASA yaitu merupakan bagaimana cara kita untuk menjaga suatu kehendak atau hati nurani, jangan sampai kehendak atau niat kita didasari oleh hal – hal yang buruk / negative, sebagaimana kita menjaga keseimbangan pada gerakan ini jangan sampai kita jatuh / roboh kesamping.
Gerakan ketiga belas / BAYU YOGO NYAMBATA
Gambar.29 Gambar.30
Gambar.31 Gambar.32
Gerakan BAYU YOGO NYAMBATA ini diawali dengan posisi kaki renggang santai, posisi tangan disamping pinggang telapak tangan menghadap keatas (lihat gambar.27), pada saat penarikan napas dilakukan gerakan tangan mengayun kedepan yaitu dengan gerakan tangan sebelah kanan kemudian tangan sebelah kiri menyusul (lihat gambar.29-30) ket = dua gerakan mengayun tangan kanan dan kiri satu tarikan napas. Pada saat pembuangan napas dirangkai dengan gerakan tangan kanan, dan kaki kiri geser kedepan dengan tumpuan kaki kanan (lihat gambar.31-32). Untuk ambilan napas berikutnya berjalan seiring dengan gerakan lanjutan yaitu tangan kiri yang masih berada disamping pinggang di ayun yang kemudian disusul oleh tangan kanan . Saat melepas napas, tangan kiri kedepan bersaman dengan kaki kanan. Begitu juga untuk gerakan selanjutnya (lihat gambar). Pada gerakan fisik disini, memberikan gerakan dari otot pinggul sampai pada otot kaki untuk menumpu badan. Untuk kaki salah satunya merupakan efek rangsang pada telapak kaki, karena dilakukan dengan menggeser.
BAYU YOGO NYAMBATA dalam arti, kita ini ibaratkan merupakan, atau sebagai anak kecil yang belum mengerti arti tentang kehidupan. Dengan perumpamaan tersebut, tentu sebagai anak yang ingin mengetahui / mau mengerti pasti berpikir dan akan bertanya . Dan menangis apabila kesakitan, atau karena sesuatu yang tidak terpenuhi. Ini merupakan hal manusiawi untuk dilakukan. Yang pada akhirnya dengan bekal akal piker dan hati nurani maka akan tergeraklah untuk mencari jawaban. Apabila kita sebagai orang yang merasa mengerti, dan merasa bahwa dunia bias ditaklukkan, itu merupakan perbuatan takabur. Maka sebagai control atau dasar kehidupan dalam berbagai bentuk, baik karena kemudahan atau kesulitannya, tahu dan ketidak tahuan, mengerti dan tidak mengertinya hidup adalah kita harus selalu nyambat (tidak diartikan dlam bahasa Indonesia, Pengertian sesungguhnya luas) kepada Allah SWT.
Gerakan keempat belas / penutup BAYU NYATA YA HANACARA
Gambar.33 Gambar.34 Gambar.35
Pada gerakan BAYU NYATA YA HANACARA ini merupakan gerakan penetralan, tanpa ada hubungan gerakan – gerakan sebelumnya, juga sebagai pengembalian keadaan pada kondisi stabil (cooling down). Dilakukan sampai benar – benar praktisi sudah merasa lebih tenang. Posisi kaki dan badan seperti pada posisi gerakan kesatu. Gerakan yang dilakukan pada saat penarikan napas diawali kedua tangan menyilang didepan jantung kemudian tangan kanan dan kiri diangkat kesamping atas bertemu pada kedua telapak tangan (lihat gambar), dan pada saat pelepasan napas tangan mulai diturunkan perlahan sampai didepan dada (lihat gambar). Selanjutnya dilakukan sampai praktisi merasakan kesegaran dan ketenangan. Pada gerakan fisik disini merupakan suatu bentuk aktualisasi dari rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah menciptakan alam beserta isinya untuk memberikan manfaat kepada kita, dan merupakan refleksi jiwa terhadap Tuhan dan alam.
Byau Nyata Ya hanacara didalam arti ini adalah, apabila ada sesuatu rencana atau keniatan hati didunia ini ada caranya atau jalannya. Tergantung dari seseorang itu sendiri, mau menjalankan apa tidak..?, mau merubah apa tidak…?, mau berusaha apa tidak…?.
Rangkaian gerakan diatas, merupakan gerakan untuk kategori pemula. Untuk gerakan kategori Baku ada sedikit beberapa perbedaan yaitu, Pada saat setelah penarikan napas ada tambahan untuk menahan napas. Menahan napas disini, dilakukan harus tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap praktisi. Pada gerakan baku juga ada beberapa perbedaan yang akan kita jabarkan pada bab kategori baku. Gerakan ini merupakan gerakan standard dan merupakan gerakan utama (pokok) yang ditujukan pada proses kestabilan dan penyembuhan dari kondisi atau keadaan tubuh yang kurang sehat atau sakit.
Pada kategori baku ini bisa dilakukan terus menerus tanpa harus pindah untuk melakukan gerakan pada kategori bugar.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Permasalahan yang dihadapi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar