Langsung ke konten utama

Unggulan

Penyaluran energi murni

 Didalam diri kita begitu banyak energi tersimpan dalam berbagai bentuk dan masa. Energi atau daya baik berupa bentuk gerak . energi panas, energi dingin, energi gelombang dll  Energi ini yang diolah oleh beberapa faktor yaitu dari energi kekuatan pikir, energi kekuatan batin dan energi kekuatan fisik. Energi ini akan dihasilkan bermacam pula hasil dan penggunaan. Dalam sesi ini penulis lebih mengarah ke kuatan tiga unsur secara umum 

RANGKAIAN GERAKAN SENAM PERNAPASAN CAMA BAYU PADA KATEGORI BAKU.

 RANGKAIAN GERAKAN SENAM PERNAPASAN CAMA BAYU PADA KATEGORI BAKU.

Gerakan pertama. Gerakan ini sama dengan gerakan kategori pemula tetapi untuk tingkat ketenangan, harys diatas pemula, setidaknya pada saat untuk melakukan gerakan – gerakan berikutnya, diharapkan lebih siap, terutama pada control napas.

Gerakan kedua, penahanan napas dilakukan setelah tarikan napas. Pada penahanan napas disini dilakukan hanya sesaat, untuk lebih mudahnya yaitu dengan menggunakan hitungan tiga barulah kita melepas napas (hitungan dilakukan tanpa mengeluarkan suara). Pada senam pernapasan cama bayu disini, hitungan bukanlah sesuatu yang harus dilakukan, tetapi kita memakai suatu rasa sebagai pengontrol atau penyelaras terhadap diri (lihat manfaat bab pernapasan). Tambahan dorongan napas pada akhir (ekspirasi). Apabila bantuan dorongan tidak bias lepas, bias ditandai dengan bunyi hmm. Begitu juga untuk selanjutnya.

Gerakan ketiga, penahanan napas dilakukan lebih panjang kira – kira dengan hitungan lima, barulah pelepasan napas bias dilakukan. Jangan lupa pada tambahan dorongan napas dari buangan akhir napas.

Gerakan keempat, penahanan napas dilakukan dengan hitungan lima, barulah dilakukan pelepasan napas yang ditambah dengan dorongan napas akhir.

Gerakan kelima, penahanan napas dilakukan dengan hitungan lima, setelah tarikan badan lebih condong kebelakang atau lebih ditarik keatas, barulah dilakukan pelepasan napas (tangan setelah sejajar dengan bahu) dan tambahan dorongan napas pada akhir pelepasan napas. Pada saat penarikan napas praktisi harus melakukan jinjit, dan pada saat penarikan napas harus dalam, kalau bias dilakukan sampai badan condong kebelakang.

Gerakan keenam, penahan napas pada gerakan ini tidak dilakukan tetapi pada saat ambilan napas harus lebih panjang dan dalam guna mempercepat proses stabilisasi dari pernapasan awal, yang mungkin terjadi terengah – engah dalam melakukan pernapasan. Pada saat pembuangan napas juga harus lepas, tanpa adanya tambahan dorongan akhir napas

Gerakan ketujuh, posisi pada kaki dilakukan dengan ukuran kuda – kuda (lebih lebar dan kuat dari posisi pemula, lihat gambar).


Penahanan napas dilakukan dengan hitungan lima dan tetap ada tambahan dorongan napas dari akhir pelepasan napas.

Gerakan kedelapan, posisi pada gerakan ini meneruskan dari gerakan ketujuh tetapi pada saat pembuangan pernapasan dilakukan gerakan tangan kesamping kiri dan kekanan, untuk penahan napas dilakukan pada saat setelah ambilan napas (hitungan lima). Dilakukan tambahan dorongan napas ekspirasi

Gerakan kesembilan, gerakan hampir sama dengan gerakan Sembilan pada kategori pemula tetapi untuk penahan napas lebih panjang (hitungan lima) dan posisi kaki lebih kuat dan lebih rendah

Gerakan kesepuluh, gerakan ini sama pada kategori pemula tetapi pada posisi kaki membentuk kuda – kuda kuat dan pada saat penarikan napas selain tangan kearah leher, posisi pinggul bawah ditarik kebelakang bersamaan. Sehingga pada posisi dada tengah (pas jantung) lebih dikedepankan (hitungan dilakukan lima). Tanpa adanya tambahan napas setelah ekspirasi

Gerakan kesebelas, Pada gerakan ini sama pada gerakan pemula, hanya berbeda pada saat lamanya penahanan napas. Dilakukan tanpa adanya tambahan dorongan napas setelah ekspirasi

Gerakan kedua belas, Pada gerakan ini ada tambahan yaitu pada saat penarikan napas lebih panjang dan posisi lutut bagian belakang pada saat berada kesamping, harus lebih rendah dari kategori pemula (lihat gambar) / lutut pada salah satu kaki lebih rendah hampir menyentuh tanah. Dilakukan tanpa adanya tambahan dorongan napas ekspirasi.

Gerakan ketiga belas, Gerakan ini hampir sama juga dengan gerakan kategori pemula. Bedanya pada saat ambilan napas lebih panjang yang dilakukan pada saat gerakan tangan mengayun kedepan, badan ikut bergerak mengikuti arah tangan, misalkan tangan kanan melambai kekiri, badan juga mengikuti kekiri sehingga posisi lutut kaki kiri ikut sedikit menyudut (lihat gambar), begitu juga sebaliknya. Penahanan napas juga dilakukan, setelah ambilan napas yang ditandai oleh gerakan kedua tangan. Tanpa adanya tambahan dorongan napas ekspirasi.

Gerakan keempat belas / penutup, gerakan ini sama dengan gerakan pada kategori pemula. Dilakukan sampai praktisi merasa lebih tenang dan tanpa tambahan dorongan n

apas ekspirasi.

Komentar

Postingan Populer