Cari Blog Ini
Senam cama bayu merupakan suatu bentuk olahraga yang disertai dengan olahnafas sehingga menghasilkan berbagai manfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani serta pola pikir yang sehat pula
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SINDROM METABOLIK
HYPERTENSI
Disebut hipertensi yaitu, apabila tekanan darah seseorang melebihi nilai normal, “nilai normal pada tekanan darah maksimum 140 (sistolik), dan diastolic dibawah 90,” kalau diatas ini berarti hipertensi.
Seseorang dikatakan mengidap hipertensi, apabila tekanan darahnya diukur 2-3 kali dalam 2 sampai 4 minggu, maka orang tersebut mengidap hipertensi. Ada dua jenis dari penyakit hipertensi, yaitu yang disebut hipertensi primer atau esensial dan hipertensi sekunder.
Hipertensi primer atau esensial, sampai saat ini masih belum diketahui penyebabnya “hanya Tuhan yang tahu” ujar Prof Idris (OTC DIGEST Ed juni 07). Dan untuk hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui antara lain
Kelainan pembuluh darah ginjal
Gangguan kelenjat tiroid (hipertiroid)
Penyakit kelenjar adrenal, dan lain – lain
Pada penderita hipertensi sekitar 90 % tergolong hipertensi esensial sedangkan 10 % sisanya tergolong hipertensi sekunder
Faktor resiko yang bisa menyebabkan hipertensi antara lain yaitu faktor keturunan atau hereditas, ini merupakan faktor hipertensi yang dapat terjadi dalam keluarga secara turun temurun, meski tidak terjadi pada semua anggota keluarga. Apabila yang disebabkan faktor bertambahnya usia, faktor ini sebagian disebabkan oleh gaya hidup. Akibat faktor berat badan yang bertambah, menjadikan kurang aktif.
Menurut Dr Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, Sp.GK.Spesialis Gizi Klinik RS Medistra Jakarta. Berdasarkan penyelidikan, kegemukan merupakan ciri khas dari populasi hipertensi, dan terbukti bahwa faktor ini punya kaitan erat dengan terjadinya hipertensi dikemudian hari. Belum bisa dijelaskan, hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial, tapi penyelidikan membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah pada penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi, disbanding mereka yang dengan berat badan normal”’jelasnya.(OTC DIGEST)
Penyakit jantung
Penyakit jantung ini diketahui kontribusi paling tinggi dari hipertensi, juga kepada penyakit pembuluh darah koroner, angina dan serangan jantung (heart attack). Perubahan pada otot jantung karena hipertensi dapat menyebabkan gagal jantung, yakni kondisi dimana jantung tidak dapat memompa atau menyuplai darah untuk kebutuhan seluruh tubuh. Akibat hipertensi membuat otot jantung perlu tekanan lebih besar, saat memompa darahkeseluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri, hal ini membuat otot jantung menebal. Jantung memang dapat memompa dengan mudah dan efisien, namun memiliki hambatan saat relaksasi, menyebabkan disfungsi pada saat diastolic. Dan ketika jantung tidak mampu berelaksasi, ia mendapat kesulitan saat memompa dan menyuplai darah. Darah menetap dan kembali lagi ke paru – paru dan kaki, timbul sesak napas dan oedema (bengkak) pada kaki. Ini adalah tanda dari meluapnya cairan (overload), dan gagal jantung.
Sama halnya dengan faktor resiko penyebab sakit jantung lainnya, seperti merokok dan kadar kolesterol tinggi, efek hipertensi tidak muncul dalam waktu yang singkat, sering penderita tidak merasakan meningkatnya tekanan darah, hingga tiba – tiba terjadi gagal jantung, maka penyakit jantung ini dikenal dengan sebutan the silent killer memang tepat. (OTC DIGEST Ed 10 Juni 2007).
Diabetes mellitus
Diabetes mellitus ini dikenal dengan penyakit kencing manis atau gula darah. Bahasa diabetes mellitus itu sendiri berasal dari bahasa yunani. Diabetes yang berarti ‘bocor’ dan mellitus berarti ‘madu’. Sesorang akan dikatakan menderita kencing manis apabila cek gula darah saat puasa diatas 126 mg/dl, dan gula darah sesudah makan diatas 200 mg/dl.
Gejala umum yang sering dijumpai pada penderita gula darah antara lain
Selalu merasa haus yang berlebihan
Sering terinfeksi jamur (pada wanita)
Mengantuk pada saat jam kerja (sekitar pukul 10.00)
Penderita apabila kena luka sembuhnya lama
Pembawaan diri lemas / malas
Pandangan mata menurun
Gigi depan goyah sampai terasa ngilu
Lebih sering kencing pada malam hari
Stamina sexualitas menurun
Pada penyakit gula darah ini ada tiga jenis.
Diabetes yang dikarenakan, pada organ pancreas tidak bisa berfungsi (rusak), karena tidak mengahsilkan insulin (hormone yang dihasilkan agar jaringan tubuh dapat memanfaatkan gula darah secara benar). Sehingga seumur hidup penderita akan menggunakan insulin yang dipakai melalui suntikan.
Pada tipe ini, gula darah naik dikarenakan insulin yang dihasilkan kurang atau tidak berfungsi dengan baik. Bisa disebabkan karena keturunan.
Penderita pada tipe ini dikarenakan oleh beberapa faktor misalnya akibat efek samping obat atau bahan kimia, saat hamil pada wanita, pola hidup yang kurang baik terutama terlalu banyak konsumsi gula dan kurang olah raga.
Bila kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Penderita bisa koma atau tidak sadar diri. Sehingga bisa juga mengakibatkan kematian. Begitu juga apabila gula darah terlalu rendah, misalkan karena minum obat gula terlalu banyak dan minum obat terus tetapi makanmya kurang.
Pada penderita gula darah ini sangat dianjurkan memperhatikan pada pola hidup sehat, memperhatikan kadar gula darah dengan cara cek gula, makan mesti diatur dalam pola untuk penderita gula darah dan olah raga teratur untuk kesetabilan gula darah dan sirkulasi yang baik.
Komplikasi yang sering terjadi pada saat terkena DM
Gangguan / kerusakan ginjal (gagal ginjal)
Gangguan saraf otot (stroke)
Gangguan kelamin, impotensi atau disfungsi ereksi
Gangguan saraf tepi pada tubuh sehingga sering kesemutan / pegal sebelah tubuh
Gangguan atau kerusakan mata bahkan kebutaan total
Luka yang berakhir amputasi
Pada wanita hamil dapat menimbulkan keguguran bayi lahir mati dan keracunan kehamilan.
OBESITAS
Seseorang akan dikatakan mengalami kegemukan (obesitas), apabila orang tersebut terdapat kelebihan berat badan. Dengan prosentase kelebihan lemak untuk laki – laki 20 %, dan pada wanita untuk lemak lebih berat dari 25 %. Tetapi tidak semua orang yang berat badannya melebihi ideal dikatakan obesitas atau kegemukan.
Angka normal untuk lemak adalah :
Untuk laki – laki antara, 12 % sampai 18 %
Untuk wanita antara, 18 % sampai 24 %.
Obesitas ini merupakan masalah kesehatan yang sangat besar, karena kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya berbagai penyakit. Termasuk penyakit kardiovaskuler dan kandung empedu serta diabetes. Atau yang disebut dengan sindrom metabolic.
Sindrom metabolic ini salah satunya ditandai dengan obesitas, untuk mengetahui cirri bahwa orang tersebut obesitas, lebih mudahnya kita memakai ukuran pada ukuran lingkar perut / pinggang, yakni LP pada wanita diatas 80 cm, dan LP pria diatas 90 cm, atau ditandai dengan Trigliserida > 150 mg / DL, kandungan kolesterol HDL < 40 mg / DL pria, dan < 50 mg /DL wanita. Hipertensi > 130/85 mmhg serta glucose puasa darah > 100 mg / DL
LDL (kolesterol jahat) dapat menyebabkan, pengapuran dan menimbun kolesterol pada pembuluh koroner.
HDL (kolesterol baik) harus tinggi guna menghambat produksi perosidasi lemak atau mencegah oksidasi LDL dan mengurangi pembekuan darah.
Manfaat kolesterol, “ada zat – zat penting dalam tubuh kita, yang dibentuk dari kolesterol,” jelas Dr Sri sukmania, contohnya vitamin D. Dengan bantuan sinar matahari (ultraviolet) kolesterol yang berada dibawah kulit akan diubah (dioksidasi) menjadi vitamin D oleh organ hati dan ginjal. Kolesterol juga sangat berperan dalam pembentukan hormone, baik hormone reproduksi (estrogen) pada wanita, maupun hormone (androgen) pada pria. (OTC DIGEST. Ed 9 Mei 2007)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Permasalahan yang dihadapi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar